Pertemuan Pertama Dengan Irima Langsung Gass Habis

Pertemuan Pertama Dengan Irima Langsung Gass Habis
Pertemuan Pertama Dengan Irima Langsung Gass Habis

Sebut saja namaku Wello, karena tidak ingin identitas asliku diketahui orang lain. aku adalah seorang pria yang ber perawakan pendek, banyak yang mengejek lantaran postur tubuhku pendek namun tak kalah banyak juga para wanita yang luluh dan jatuh hati kepadaku, mereka memuji wajahku yang imut dan ganteng(mungkin yaa.. hehe). Sebab itulah makanya dulu aku sering gonta ganti pasangan, “mungkin kalau para ladies menyebutnya dengan sebutan playboy”. Tapi itu dulu. kalau sekarang gak tau dehh

Cerita DewasaPertemuan Pertama Dengan Irima Langsung Gass Habis – Disini aku mau menceritakan salah 1 pengalaman seks yang sangat sulit aku lupakan sampai saat ini, walaupun kejadiannya itu sudah cukup lama, mungkin 10 tahun lalu. Saat itu aku aku masih muda dan gesit, istilahnya gesit dalam segala hal apapun termasuk yang akan kita bahas dibawah ini hehehe. Awalnya pada saat itu aku adalah seorang yang pendiam dan banyak yang bilang kalau aku ini cool banget, terutama teman-teman cewek di sekolahku. Apalagi dulu itu aku adalah pemain basket yang mewakili sekolah dan kalau dibilang aku itu lumayan jago disekolahku(pada masa sekolahku dulu)

Singkat cerita kami pun lulus sekolah dan aku sudah mulai bekerja untuk mencari uang disebuah toko sparepart motor. Suatu hari ntah apa yang terlintas dikepalaku, tiba-tiba aku merencanakan pergi kesuatu tempat yang bernama studio 21 (bukan tempat nonton ya , tapi tempat dugem) dan aku pun mengajak 1 temanku yang sebut saja namanya darwen atau sering dipanggil gareng. Dulu dia ini termasuk setia kawan dan baik, tapi aku sering menipunya karena gampang dikibuli, hehehe.

Baca Juga : Senangnya Aku Mantan Pacarku Jadi Pemuas Nafsuku

Saat itu tiba hari dimana aku dan temanku Gareng sampai di lokasi tujuan kami, kami masuk berdua dengan modal yang bisa dibilang pas-pasan. tapi karena sudah mentah, mau tidak mau kami masuk saja, yang lain nanti baru dipikirin deh.

saat berada didalam tiba2 aku melihat seperti seorang bidadari aku pun melotot dan melongo melihatnya

“gareng, lu liet gak itu,” aku ucapkan ketemanku
“ou cewek itu ya, kenapa? jawab temanku
“se.se.se.seeperti melihat bidadari” (sambil terbata-bata ngomong ketemanku)

aku melihat 1 perempuan sangat cantik dan sesuai type aku banget, memakai baju warna millenium dan bercahaya seperti ada blin-blingnya gitu. Tiba-tiba disaat aku melihatnya terus-terusan, dia menoleh dan melihatku juga, sontak aku pun terkejut dan langsung kualihkan pandanganku ke temanku gareng, dan pura2 ngobrol. Namun cewek itu tidak tinggal diam, dia tau kalau aku melihatnya terus daritadi, eh dia malah samperin aku dan dengan tangannya pengang mukaku lalu mengarahkan ketempatnya. Detak jantungku sontak seperti mau copot.

“Sayang, kenapa lihat sampai sebegitunya si, irima kan jadi risih, kalau mau langsung samperin dong” ucapnya kepadaku. Akupun sempat terdiam dan tak bisa berkata apa-apa. Setelah berpandangan dengan dia sekitar 2 menit, aku mulai terbiasa dan berani bicara

“gak sayang, tadi takutnya kamu lagi nungguin pacar kamu, akang mana berani godain” hehee. disanalah awal aku ketemu dengan wanita itu dan kami pun berkenalan, dia bernama irima, kulitnya sawo mateng, orangnya kecil imut, yahh pas la untuk aku. Dalam hati aku ingin sekali ajak cewek ini untuk masuk kedalam dan dugem bersamaku.

Kutanyakan kepadanya “Irima sendirian disini? bahaya lo banyak laki buaya disini (dalam hatiku, sialll berarti aku juga termasuk lelaki buaya ya, ah salah ngomong aku)

“iya mas,  irima sebenarnya memang kerja disini, dulu dimasukan mantan pacar dan pagi tadi dia putusin aku mas. Irima galau, makanya kesini dan pesan room sendirian” hikq hikq sambil menangis kecil. lantas dipikiranku wuahh boleh juga neh, kesempatan emas, memang dewi fortuna berpihak padaku hari ini. Sudah bisa dapat room gratis, bisa dapat cewek yang seperti bidadari ini, ciattttt, dalam hati aku kegirangan sekali.

Belum sempat aku minta untuk join, dia sudah buka suara langsung dan ajak aku dan gareng untuk join di roomnya saja, kebetulan dia sendirian. Tanpa mikir panjang aku dan gareng pun dengan semangat langsung ikut masuk ke roomnya untuk dugem bersama. Kami pun sangat menikmati malam itu dengan dugem bersama, disanalah awal kebejatanku dimulai.

Saat itu setelah asik bergoyang tiba-tiba Irima teller dan terjatuh dilantai, akupun bergegas langsung megangkatnya dan karena kebetulan roomnya tidak ada mini room, terpaksa aku merebahkan tubuhnya di sofa tempat kami duduk, lalu tiba2 aku melihat Irima tersenyum aneh kepadaku “saat itu aku masih coba berpikir positif dengan membantunya oleskan minyak angin ke badannya.

Tiba-tiba dia memegang tanganku dan tersenyum manja, “mass aku kedinginan, gimana nehhh mass.hmmmm”. Sontak aku pun langsung mau berjalan kedepan untuk meminjam kain atau jaket pada kasir, namun tiba2 dengan muka yang penuh nafsu dia menarikku ke pelukan dia dan berkata “mass, gak usa itu, Irima cuma butuh mas aja disini”. Sontak aku terkaget dan langsung balas pelukannya. “iya sayang, tenang saja akang disini koq.

Situasi semakin tidak kondusif, Irima semakin lama semakin tak terkontrol. kini dia mulai dengan tangan jahilnya, dia mulai memasukan jari lentiknya kedalam celanaku namun kutahan karena aku tidak enak sama temanku gareng, mempertontonkan hal begitu kepadanya. Namun lama-lama tingkah Irima membuat aku mulai menikmatinya dan sekarang yang ada dibenakku, Gareng itu jadi pengganggu saja, harusnya sadar dan keluar dulu biar kuselesaikan dulu cewek ini, pikirku didalam hati, aku terus memikirkan alasan supaya bisa mengusir gareng sementara agar bisa memuaskan nafsu aku dan Irima yang sama-sama sudah mulai mengganas.

ahaaa.. Akhirnya aku dapatkan cara buat temanku gareng agak bisa menginggalan kami berdua di room. kami datang kesana dengan menyewa mobil rental, kuserahkan kunci mobil kepadan temanku dan minta bantu dia bawakan balsem dimobil itu. Dia menjawabku, “mana ada balsem dimobil, kan mobil sewaan”. aku pun dengan bergegas menjawab “ada tadi aku letak diatas tempat duduk belakang, tolong bawain ya bro..” dalam hati aku ketawa, “hihihiii terpaksa kutipu dulu kau ya best friendku…”

Sebenarnya aku kasian sama temanku gareng karena dia sudah kelihatan teler dan menikmati musik serta kelihatan happy banget. Namun apa dayaku karena hasrat dan nafsu yang sudah kuat, aku abaikan semua itu, aku juga berpikir, temanku gareng gampang dibegokin, hehehee.

Gareng pun pergi meninggalkan kami dan perjalanan dia dimobil, langsung kutelpon dia “jangan balek dulu, tolong broo, kasi aku waktu sebentar ya sama dia, aku mau gass dia neh, tolong banget bro kali iniiii ajaa.. nanti kalau sudah selesai aku telpon”. garengpun dengan nada kecewa jawab “iya deh bro, padahal aku lagi enak-enaknya dengarin musik didalam, tanganku dingin banget neh diluar, tapi gpp aku tunggu bentar, jangan lama ya broo.” tanpa memikirkan hati gareng, mau dia maki-maki atau apa pun didalam hatinya, aku tak perduli lagi, aku sudah mau mulai mengganas saat tangan Irima mulai menggerayangi selangkanganku disaat dia tau gareng sudah tidak ada.

Didalam benakku, “yesssss its timee, yuhuuuu” tanpa berpikir panjang aku membisikkan ketelinga Irima “sudah aman sayang, akang sudah ungsikan teman akang keluar, wilayah ini sudah clear sayang”. Irima pun tanpa berkata apa-apa langsung lompat dan menjatuhkan badanku ke sofa, “ayo cepat sayang, Irima sudah dari tadi gak tahan, mau gilak rasanya menahan nafsu ini”. dia mulai membuka resleting celanaku yang saat itu aku memakai jeans. tangan jahilku juga mulai menggerayangi tubuh wanita yang awalnya kulihat seperti bidadari, sekarang malah berubah seperti setan yang penuh nafsu.

Tak butuh waktu lama dan kami juga sudah bugil dan tak ada sehelai benangpun yang menempel pada kami, kuremas payudaranya yang bisa dibilang agak kecil, namun padat serta berwarna sawo mateng, namun tiba-tiba Irima berkata “stoppp, tunggu dulu dong sayang, matiin lampunya dulu, Irima kurang suka main ditempat yang agak bercahaya begitu, maunya yang gelap”. Mendengar suara manjanya buat darahku seperti mau mendidih, aku langsung beranjak bugil kesaklar lampu dan kumatikan, dengan keadaan gelap namun tetap dengan music yang ribut, aku langsung bergegas kembali kepelukan Irima, dan langsung kucipok mulunya yang mungil itu dan sangking ganasnya, seluruh tubuhnya kuraba bergantian sampai tidak ada 1 bagianpun yang lolos dari rabaanku.

Dia pun sangat menikmatinya dan suara desahannya yang sangat besar, beruntung saat itu posisi ribu karena music dugem yang masih diputer menutupi suara desahannya dan akupun tidak takur dan makin menggila untuk buat desahannya lebih keras lagi, disaat yang bersamaan dia memegang batang kontolku yang saat itu sudah sekeras pohon jati serta dimainkannya dengan cara mengocok perlahan. tangannya yang lembut membuat ku semakin terangsan dan menggila. saat itu juga aku tidak mau buang waktu sia-saia, langung ku gassss masukan batang kontolku yang sudah kokoh itu kedalam lubang memeknya , tanpa memberikan aba-aba ke dia lagi.

slurrppp bunyi masuknya karena keadaan memeknya yang sudah basah dari tadi, karena sudah mengganas aku pun langsung tanpa basa basi melakukan goyangan yang sangat kencang dan dahsyat (istilahnya boleh kecil asal seperti mesin jahit) itu adalah pepatah andalan orang yang punya penis berukuran kurang besar. setelah goyangan seperti mesin jahit aku lakukan, payudara Irima juga ikut naik turun dengan kencang seperti kena gempa bumi, dan aku melihat dia sangat menikmatinya sambil kumainkan jariku puting payudaranya kekanan kekiri seperti mau menyetel radio gitu.. hehehe.

Pertemuan Pertama Dengan Irima Langsung Gass Habis

“mass ayo mass terus, lebih kencang lagi mass, auuuu yeahhhh mass.. lagiiii lagiiiiiii” ucapnya sambil mendesah. Sebenarnya lutut sudah seperti mau copot sangking kencannya goyanganku ini, namun melihat hasyrat Iria yang masih sangat ganas, membuatku tetap semangat hajar goyang teruss. Sambil terus ku remas payudara Irima yang sangat kenyal seperti jelly itu, ku lumat juga bibir seksi dan mungilnya itu. Tiba-tiba Irima mulai minta yang aneh-aneh. “mas, ayokk diatas loudspeaker itu mainnya.. Irima pingin, sensasinya pasti lebih sedapp mas..”ucap Irima yang membuat pikiranku melayang dan berfantasi lebih jauh.

Tak mau menunggu lama, akupun langsung angkat badannya diatas loudspeaker dalam keadaan kontolku masih kokoh bersarang dilobang memeknya yang sudah sangat basah berlendir. Aku tak hiraukan resiko nanti roomnya berserak dengan air basahan kami lagi, “itu nanti terakhir baru pikirkan saja”, ucap dalam hatiku. Diatas loudspeaker yang kurang lebih berukuran 1 x 2 meter itu. Fantasinya rasanya sangat luar biasa, Aku pun rasanya seperti superhero didalam film Thor, kokoh dan perkasa.

Selang 20 menit goyang di atas loudspeaker, tiba-tiba “mass.. aukkkk akhhh.. mau keluar neh mass… cepat masss…” dan air tembakannya pun bercucuran dilantai, namun saat itu aku belum selesai, belum nembak.. Sekarang gantian aku yang punya ide, kugendong Irima masuk ketoilet dan dudukan dia diatas kloset, disanalah gairah ku menggelora, kucipok dia sambil kugigit sampai dia menjerit2 dan minta ampun. Namun melihat dia kesakitan, bukan membuat aku berhenti, malah semakin mengganas. kugoyang dengan sangat kuat dan meremas payudaranya sangat keras serta tetap bibirnya habis kugigit sampai akhirnya, “akhh akhh.. croootttt ttoootottt otootoottt”. Bunyi tembakan ku yang sangat dahsyat dan kurasakan banyak sekali spermaku menembak didalam lobang memeknya.

Akhirnya selesai juga permainan kami dan kubaringkan dia kembali ke sofa, dia sangat lemas. lalu selang 15 menit kami perlahan memakai pakaian kami kembali, kulihat dia sambil menangis, dalam hatiku “mati la aku, anak orang cemana ini.. aissss” akupun segera ambil hp dan untuk telpon temanku gareng yang nunggu diluar, kulihat jam, “adohhh uda jam 4 pagi, cemana si gareng ini  didepan, aman gak yaa”. Langsung ku telpon dia dan beberapa kali telpon akhirnya dia menjawab.Judi Domino

“gareng lu kemana, daritadi aku telpong gak angkat” ucapku
“iya neh daritadi baru sadar aku, pas bangun uda dilantai parkiran, sepertinya sangking tellernya daritadi aku tertidur disini.” jawabnya
dalam hati aku baru muncul penyesalan yang sangat mendalam, “teman macam apa aku ini.hufff!!” dalam benakku. Namun Irima tak henti menangis kusuruh gareng datang masuk room, Gareng pun masuk dan membuka lampu, Ia pun sangat terkejut kondisi Irima yang sangat kacau, rambut berserak, muka kusut banget dan menangis, dan dilihatnya bibirnya luka semua seperti orang yang habis kena perkosa sama 10 orang gitu.

KUMPULAN LINK ALTERNATIF AGEN DOMINO TERPERCAYA INDONESIA BANK ONLINE 24 JAM

Temanku gareng pun mencoba menenangkannya, dia memang sangat ahli dalam hal begitu(menenangkan cewek) ntah dimana dia belajar skill itu. dan yapppp, benar saja dia berhasil, namun Irima sambil mata berkaca-kaca, diadukannya ke gareng

“itu temanmu gila banget, dia kira aku ini milik negara, gak dipikirinnya aku ini bukan lonte, kenapa dibuat kayak binatang begitu. lihat neh bibir aku luka semua dibuat binatang buas itu. memek aku juga mungkin pada lecet di geseknya sampai tak ada ampun, ga gaa gaakk punya otak dia” ucapnya sambil terbata-bata.
“maaf sayang aku khilaff, sekali lagi maaf yaa”, ucapku dan pikiranku disana pingin cepat-cepat dia pulang aja, soalnya kan sudah lega nafsu ku terlampiaskan hehehe.

Gareng liat dilantai atas Loudspeaker ada air tembakkan Irima yang berceceran, Ia pun mengambil tissu dan dibersihkannya. dalam benakku “neh anak beneran baik atau bego banget ya, aku yang nikmati tapi dia yang bersihkan, tapi bagus la, aku gak perlu capek2.. cyattttttt!!”

Studio 21 pun sudah waktunya tutup, kami beranjak keluar parkiran semua, Irima mengikuti kami, dalam benakku “duuhh ngapain dia ikuti, males banget anter dia pulang hmmmm.. biasa kalau cowok playboy kayak aku, habis manis kan sepah dibuang, jadi maklum saja uda biasa..” aku pun berbisik ke gareng dan minta bantuan dia untuk ngomong ke Irima, suruh naik taksi saja pulangnya, setelah dirayu2 gareng akhirnya dia bersedia pulang naik taksi namun minta ongkos sama ku, “waduh kulihat dompetku sudah kosong sisa seribu perak aja, aduu gimana nehh”pikirku. akhirnya malam itu gareng benar-benar terus menjadi pahlawanku, dia ada 50rb didompetnya dan kusuruh kasi ke Irima. selesai Irima pun pulang dan kami pun pulang.Cerita Sex Terbaru, Kisah Sex Dewasa, Cerita Mesum Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Porno, Cewek Sangek

Keesokan harinya gareng menghampiriku dan seakan ingin menagih hutangku yang semalam, namun biasa, dengan style ku yang pura2 pologs, aku pun pura2 begok dan tak mengerti saja, mungkin karena gareng orangnya baik dan gak enakkan, dia pun segan untuk bilang, padahal mungkin dia mau pakai duitnya, “”itulah teman sejati, dorr dorrr dorrrr…. yesss gak perlu bayar lagi, memang gareng is the best” pikirku dalam hati. Soalnya sudah beberapa kali kejadian begitu  heheheee.. Itulah kisahku, semoga bisa jadi inspirasi bagi kaum-kaum millenial yang sekarang ini. salam horas dari BATAM (tempat yang sekarang aku tinggal).

Sumber : Ceritadewasa.link

Pertemuan Pertama Dengan Irima Langsung Gass Habis

Share

1 Trackback / Pingback

  1. Staff Kantor Dian Jadi Pemuas Nafsu Office Boy - CERITA DEWASA

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*